
Haiiii SaintPaulerss! Bukan murid SMA Katolik Santo Paulus Jember kalau ga paham apa arti persaudaraan, ya!! Mengapa? Karena nilai persaudaraan ini tercermin dalam Carmel Values yang kita baca setiap hari lhoo. Namun, nilai tersebut tidak hanya untuk dibaca, tetapi seyogyanya juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Emang bener SMAK mengutamakan persaudaraan? Tentu iya dong! Salah satu perwujudan dari kegiatan persaudaraan yang telah dilakukan oleh sekolah kita yaitu dengan mengadakan sosialisasi bersama murid kelas XI SMA Negeri 5 Jember lhoo! Yuk, kita simak cerita lengkapnya!
Sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Sabtu (18/1/2025) kemarin. Dalam acara berharga ini, murid-murid XI SMA Negeri 5 dan perwakilan murid SMA Katolik Santo Paulus duduk bersama di aula Santo tepatnya mulai pukul 07.30 WIB. Acaranya apa aja sih?? Ternyata acara dimulai dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu nasional, dan sambutan.

Bagaimana ya isi sambutan dari Kepala Sekolah kita tercinta? Dalam sambutannya, beliau menjelaskan mengenai stigma SMA Katolik Santo Paulus yang mayoritas beragama Katolik. Walau begitu, dalam realitanya juga terdapat teman-teman yang beragama non-Katolik. Di sini, Bruder Yo makin menegaskan bahwa kita semua wajib memiliki sikap toleransi terhadap keberagaman yang ada di sini, seperti berbeda agama, suku, atau ras.
“Dari acara sosialisasi ini, bentuk keberagaman yang ada di sekolah ini diharapkan dapat menjadi kekhasan atau keunikan dari sekolah ini,” ujar Bruder Yohanes Suparno, O.Carm.
Yuk masuk di acara intinya. Untuk pemberian materi, sesi ini diisi oleh perwakilan guru SMA Negeri 5. Beliau adalah Ibu Dra. Wahyu Luluk Rusida, guru Pendidikan Pancasila.

Tentu saja, materinya dibawakan dengan sangat menyenangkan, lho guys. Di sini, para murid dari kedua sekolah juga dapat bersenda gurau dengan satu sama lain. Hal ini juga dirasakan oleh salah satu panitia dari SMA Katolik Santo Paulus yaitu Cakra Shakti Sri Kresna dari kelas XI IPS 2.
“Dari acara ini, saya jadi tahu tentang keseharian anak-anak dari sekolah negeri yang mayoritas beragama Islam. Selain itu, saya juga menjadi belajar banyak dari mereka tentang pelajaran maupun kehidupan sosial,” ungkapnya.
Setelah menyimak materi yang cukup lama, murid SMA Negeri 5 Jember dibagi menjadi 10 kelompok. Artinya, sudah tiba saatnya untuk school tour! Sebagai tuan rumah yang baik, pastinya panitia dari sekolah kitalah yang memandu kegiatan school tour. Tapiii, tentunya sebelum school tour, para murid SMA Negeri 5 Jember dan para panitia bersama kelompoknya melakukan perkenalan dan mengajukan pertanyaan mengenai hal yang ingin mereka tahu mengenai SMA Katolik Santo Paulus Jember. Bahkan, lewat diskusi ini murid SMA Negeri 5 Jember dapat mengetahui fakta-fakta baru mengenai SMA Katolik Santo Paulus yang belum pernah mereka dengar sebelumnya lhoo!

“Saya merasa senang dan ini baru pertama kalinya datang ke Santo. Saya dapat banyak informasi yang belum saya tau tentang Santo dan sekarang jadi tau. Bahkan, kakak-kakaknya sangat ramah saat mendampingi saya,” ucap Mochammad Levi Widiyanto, salah satu murid kelas XI SMA Negeri Jember.
Nah, setelah mengikuti kegiatan ini, para murid SMAK Santo Paulus diharapkan dapat memiliki hubungan yang baik dengan murid-murid SMA Negeri 5 Jember, serta dapat memahami pentingnya mengenal keberagaman yang ada dalam masyarakat. Dengan begitu, para murid menjadi semakin sadar bahwa keberagaman yang ada itu bukanlah menjadi alasan atas terjadinya perpecahan. Bahkan, dengan adanya keberagaman tersebut, para murid harus belajar saling menghargai sehingga tercipta harmonisasi.
Mari kita wujudkan keharmonisan dalam keberagaman!!
Jurnalis:
Joycelyn Clarissa Hanjoyo Kelas X3
Anantha Vincarosa Khoe Kelas XI IPS 2
Patricia Danella Damayanti Kelas XI IPS 2
Foto:
Sesilia Atyantika Kelas X-3
Joycelyn Clarissa Hanjoyo Kelas X3
Anantha Vincarosa Khoe Kelas XI IPS 2







