Awal Tahun Siap Mengumpulkan BULI! Apa Itu BULI?

Helloo Guys!

Memasuki minggu kedua di semester genap ini, apakah kalian sudah siap menulis dan mengumpulkan BULI secara rutin kembali? Ehh, BULI itu apa?

Saat pertama kali mendengar kata BULI, apa sih yang terbesit di benak kalian? Tentunya, pasti kita merujuk pada kata bully atau perundungan. Eitss, tapi jangan salah! Romo Kristoforus Rawi, O.Carm. punya sebutan spesial untuk buku abu-abu religius khas SMA Katolik Santo Paulus. Ada yang bisa tebak apa itu BULI? Nah, jadi BULI merupakan akronim dari Buku Laporan Ibadah. Wah kreatif banget nih Romo Kristo!

Tahu gak sih apa tujuan SMA Katolik Santo Paulus membuat Buku Laporan Ibadah? Tentunya, kalian sudah pada tahu dong kalau fungsinya untuk memanajemen kehidupan rohani. Wah SMAK ternyata tak hanya memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga kehidupan rohani kita!

Ternyata, sekolah kita ini memiliki visi yang baik untuk perkembangan iman rohani setiap murid. Tetapi, banyak murid yang salah paham terhadap tujuan sekolah ini lhoo. Ada dua sisi nihh, ada yang tulus menulis Laporan Ibadah dengan baik dan memaknainya dalam setiap lembar kehidupan. Namun, ada juga yang ke rumah ibadat hanya untuk menjalankan kewajiban menulis Laporan Ibadah. Tak lupa juga ada seluk-beluk dalam menulis laporan ibadah ini. Ada yang niatnya kebangetan, bahkan ada yang gak niat sama sekali.

Sebenarnya apa sih yang ingin kita bahas? Gini nih, aku jelasin! Buku laporan ibadah selain berguna sebagai nilai religius juga berguna pada kehidupan sehari-hari lhoo. Bagaimana tidak? Kita diajak untuk rutin melaksanakan ibadah dan ingat akan Tuhan. Jadi, bukan untuk formalitas belaka yaa.

Hayoo, siapa di sini yang masih suka asal-asalan merangkum khotbah saat ibadah! Walau sering dianggap remeh, rupanya lapid memiliki pengaruh dalam beribadah lhoo. Hal ini tampak dari kebiasaan baru salah satu teman kita nih yaitu Edbert Augusto Setiawan dari kelas XI IPS 2.

“Sebelum menulis lapid, aku biasanya malas atau sering ketiduran gitu saat mendengarkan khotbah dari Romo. Dampak dari menulis lapid ini membuatku jadi fokus untuk mendengarkan inti dari khotbah. Untung-untung juga menjadi refleksi hidup,” sahut Edbert.

Hmm gimana yahh agar kita mendapatkan dampak yang dirasakan oleh Edbert ini? Jawabannya simple ternyata, guys. Bagi Romo Thomas Onggo, O. Carm, kiat-kiat menulis laporan ibadah yang paling ampuh adalah setia. Haa? Gimana tuh?

Berdasarkan analisis dari Romo Thomas, menulis laporan ibadah terutama refleksi itu berat bahkan membosankan. Menurutnya, hal itu berbanding terbalik dengan kebiasaan kita dengan gadget atau hal-hal berbau instan sehingga sulit untuk mendapatkan inti dari khotbah tersebut. Namun, dengan kesetiaan, kita bisa menjadi lebih kuat untuk siap mendengarkan dan merefleksikan batin dalam diri kita.

Nah! Gimana nih, masih setia menulis laporan ibadah gak? Pastikan bahwa laporan ibadahmu setiap minggunya bisa benar-benar dimaknai dalam kehidupan sehari-hari ya! Karena menulis Laporan Ibadah setiap minggunya bukan hanya karena “takut terkena hukuman” melainkan ada makna yang lebih mendalam yaitu membangun hubungan yang baik dengan Tuhan dengan memaknai ibadah yang dijalankan setiap minggunya.

Yuk berubah! Jangan sampai terlambat lagi dalam mengumpulkan Buku Laporan Ibadah ya! Sampai jumpa di artikel-artikel menarik lainnya, See youu!!

Kolose 3:23

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Jurnalis:

Sevira Maria Angelica Putri Kelas XI IPS 1

Clarrence Nathania Hadi Kelas XI MIPA 3

Patricia Danella Damayanti Kelas XI IPS 2

Ilustrator:

Merry Jaya Saputra Kelas X-3

Megan Ivy Antony Kelas X-5