
Selamat memasuki minggu-minggu terakhir bulan November, kawan-kawan! Banyak sedih atau happy-nya nih? Happy selalu dong yaa..
Akhir bulan November juga menjadi ajang kebut-kebutan para kakak kelas XII dengan KTI. Mengapa demikian? Karena pada hari Rabu (13/11/2024) menjadi hari terakhir para kakak kelas XII melakukan bimbingan KTI di sekolah. Artinya, KTI mereka sebisa mungkin bisa selesai di hari tersebut. Waduh.. waduh.. waduh.. Kalo ngga selesai gimana?? Yaa.. Mereka harus melakukan jadwal bimbingan mandiri dengan guru pembimbing mereka. Jadi, kakak-kakak kelas XII tolong jangan malas melulu, ya! Tugasnya awas numpukk!
Selain rasa malas, para kakak kelas XII banyak yang menganggap bahwa penyusunan Bab 4 KTI menjadi bab tersulit mereka. Karena di bab ini, mereka tidak lagi mencari sumber informasi melainkan harus melakukan pengolahan data. Yup! Pengolahan data untuk menjawab rumusan-rumusan masalah yang sudah mereka rancang. Bab ini bisa dianggap sebagai jantung penyusunan KTI. Apakah rumusan masalah akan terbukti benar atau salah? Gagal atau berhasil?

Bagi mereka yang mengambil KTI bidang non-hitungan, kuesioner menjadi alat mereka untuk menjawab rumusan masalah. Kalian pasti pernah dapet kiriman link G-Form kuesioner-kan?? Itulah bahan uji mereka yang mengambil bidang KTI tanpa hitungan. Kalau mengambil bidang hitungan gimana?? Tentu saja, mereka harus melakukan percobaan. Salah satunya yakni KTI bidang Fisika. Di bidang ini, murid-murid kelas XII didampingi oleh Ibu Lusia Wati S.Pd. dan Bapak F.X. Dedianto S.Si. Kali ini, kami mengintip kesibukan KTI bidang Fisika yang didampingi oleh Ibu Lusi.
Satu hal yang pasti dalam KTI Fisika: praktikum. Gimana keseruan dan bimbangnya para kakak kelas XII dalam melakukan praktikum KTI Fisika? “Takut gagal aja sih aku,” ucap Varenna dari kelas XII MIPA 3. Kakak Varenna adalah salah satu murid dari kelas KTI dengan pengajar Ibu Lusia Wati, S.Pd. Varenna membuat KTI yang hubungannya seputar laju air dan sudut elevasi bersama Josee Richard Carter kelas XII MIPA 3. Varenna mengatakan bahwa hari ini (13/11/2024) menjadi hari keduanya mengulang melakukan proses pengambilan data. Tak hanya Varenna dan Josee, Raras dan Justyn juga terlihat sibuk di ruang laboratorium Fisika untuk melakukan proses pengambilan data sebagai bahan menyusun KTI bab 4 mereka.

Selesai dengan praktikum, apakah permasalahan selesai? Tentu saja belum, kawan. Data percobaan harus sesuai dengan teori yang sudah ditulis dalam Bab II, Kajian Pustaka. Jika belum sesuai, murid-murid harus kembali merevisi teori, percobaan, ataupun variabel mereka. Belum lagi jika harus berpapasan dengan hitungannya. Pusing bukan kepalang, seperti yang sedang dialami oleh Vincent Alexander kelas XII MIPA 4. Sampai kemarin, ia masih harus berkutat dengan perhitungannya mengenai batas elastisitas karet. Grafik yang dihasilkan ternyata tidak semulus grafik dalam dasar teorinya. Aduduh…“Ternyata ngga semudah itu Fisika,” keluh Vincent. Tapi mengapa murid-murid ini masih tertarik masuk KTI bidang Fisika ya? Begini ujar murid-murid:
“Emm, soalnya paling bisa bidang Fisika sih.”
“Sebenarnya mau Kimia, tapi takut …”
“Kalau aku sih emang suka Fisika.”
Beragam alasan bermunculan. Namun, rata-rata murid yang mengikuti KTI bidang ini menyimpan minat dalam Fisika. Wow! Ternyata Fisika masih menjadi salah satu mata pelajaran yang diminati. Ibu Lusi sendiri sempat menunjukkan keheranannya. “Saya pikir tidak akan ada yang mau masuk bidang ini. Bahkan, tahun lalu KTI Fisika sempat ditiadakan karena kurang murid,” Ibu Lusi berargumen. Di balik itu, ternyata Fisika merupakan bidang yang penting juga lho.
Menurut Ibu Lusi, mempelajari Fisika dapat membuka pengetahuan murid tentang hal-hal ilmiah. “Fisika itu bisa melatih pola pikir murid, juga membantu murid memahami hal ilmiah. Fisika itu menyenangkan,” papar beliau. Tentu saja Ibu Lusi juga dengan senang hati mengajak adek-adek kelas untuk mengikuti KTI di bidang Fisika di tahun ajaran depan.

Jadi, jadi … Bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk terjun di KTI bidang Fisika? Meski ada saja gebrakannya, bidang Fisika masih menjadi pilihan yang menarik karena cakupannya yang luas. Emm.. Tidak ada salahnya juga mengambil tantangan baru, kan?! Semoga artikel ini dapat membuka mata kalian mengenai pilihan bidang KTI ya. Okay, okay.. Begini dulu kisah kami dari bidang KTI Fisika, kami pamit undur diri. Dadah… 👋
Oya, tetap semangat murid kelas XII! Sedikit lagi selesai!
Jurnalis:
Hildegardis Raras Kelas XII MIPA 1
Jonita Shaquandra Kelas XII MIPA 4
Foto:
Hildegardis Raras Kelas XII MIPA 1







