
Memasuki bulan Oktober, SMA Katolik Santo Paulus Jember diwarnai dengan berbagai kesibukan. Mulai dari career day, SPF hingga birontal. Murid-murid jadi ‘pengacara’ nih. Pengangguran banyak acara, hihihii. Ngga mau kalah, salah satu murid SMA Katolik Santo Paulus mengisi waktunya dengan mengikuti kejuaraan karate nasional. Yuk, kenalan dengan Kak Edoardo Richie Chen dari kelas XII IPS 1!
Pada hari Sabtu (05/10/2024), Edo mengikuti Kejuaraan Nasional Kyokushinkai di Lippo Plaza Jember. Saat murid kelas XII lainnya bisa bersenang-senang di career day ke IKADO, Edo malah harus mengikuti kejuaraan. Ouch… ada kegiatan yang harus dikorbankan ya …
Kejuaraan karate nasional ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Hanya atlet, pelatih, dan official yang diperbolehkan masuk di waktu sepagi itu. Sat set sat set, de file pun dimulai pada pukul 09.00. Suasana khidmat dan semangat kompetisi sungguh terasa. Pertandingan dimulai pukul 10.00 dan berlangsung hingga malam hari pukul 19.30 WIB. Cukup lama ya, kawan… Rasa lelah dan tegang memuncak. Meskipun menghadapi lawan-lawan tangguh yang sudah sering mengikuti kompetisi serupa, Edo mampu memberikan perlawanan kuat dan bertahan hingga babak akhir. Wuih, dia berhasil meraih juara kedua lho! Keren ya perjuangannya! Bayangkan betapa lelahnya ia setelah seharian berkutat dengan kejuaraan ini. Paling tidak, usahanya membuahkan hasil yang manis.
“Saya merasa puas dengan hasil ini meskipun tentu saja semua orang ingin menjadi juara satu. Namun, mengingat lawan saya yang lebih berpengalaman, saya senang bisa meraih juara dua,” ujar Edo. Sip sipp, approve ya!
By the way… perjuangan Edo ini ngga main-main lho! Dia telah menyiapkan fisiknya untuk kejuaraan nasional ini selama kurang lebih lima bulan. Sejak awal Januari 2024 ia telah mendengar tentang pertandingan karate di bulan Oktober. Nahh, hal itulah yang membuat Edo berlatih keras menjelang kejuaraan nasional ini. Edo berlatih di Dojo Vanabakti Jember yang berada di bawah naungan IKO Nakamura dengan aliran Kyokushin Karate.
Apa saja yang dipersiapkan selama lima bulan? Edo mempersiapkan diri dengan berlatih teknik-teknik yang harus dipakai bertarung di kelas berat (70 kg). Tak lupa, ia juga memperkuat stamina dan badan yang berisi dengan otot. Edo berusaha keras agar ketiga hal tersebut dapat seimbang. Maka dari itu, diperlukan konsistensi dalam melakukan persiapan ini agar hasilnya pun dapat maksimal. Eh eh… fun fact tipis-tipis nih. Katanya, kalau kita memukul orang yang jago karate tangan kita yang akan sakit tau! Kenapa hayoo… Karena.. massa otot mereka lebih besar daripada kita. Hmm, masuk akal…

Sebenarnya, susah ngga sih bisa menang lomba nasional? Yup, tentu saja. Banyak rintangan yang harus dilalui. Apalagi dengan padatnya kegiatan, waktu untuk berlatih pun berkurang. Tak hanya dari persiapan yang berat, perasaan yang campur aduk juga bisa menjadi tantangan tersendiri. Ada tips n trick dari ‘sang Edo’ nih.. “Percaya pada kemampuan diri sendiri adalah kunci. Semua dimulai dari pikiran kita. Jika kita yakin bisa, kita pasti bisa. Jangan lewatkan kesempatan, apalagi jika kamu masih muda dan memiliki waktu untuk berprestasi,” jelasnya.
Meski prosesnya berat, tentu ada hal menyenangkan yang terjadi juga dong! Contohnya saja, mendapatkan teman baru. Dengan bergabung dalam kejuaraan, Edo dapat berjumpa dengan teman-teman baru dari organisasi karate yang lain. Yupp, hal menyenangkan lainnya adalah bisa memenangkan perlombaan! Pasti ada kebanggaan tersendiri jika meraih penghargaan, bukan? Bukan berarti kita hanya bisa senang saat sudah memenangkan perlombaan ya… Namun, kita harus senang ketika mendapatkan pengalaman baru. Kalah menang, itu urusan akhir teman-teman!
Gimana gimana? Apakah kalian tergugah setelah mendengar cerita kakak satu ini? Lagi-lagi kita berhasil diingatkan bahwa prestasi dapat diraih dimana saja dan tak terbatas dalam lingkup akademik. Semoga kisah kejuaraan ini bisa memotivasi kalian semua ya! Seperti kata-kata dalam pengumuman pagi SMA Katolik Santo Paulus, “ditunggu prestasi-prestasi selanjutnya”. See you!
Jurnalis:
Jonita Shaquandra Kelas XII MIPA 4
Asher Yedijah Kelas XII MIPA 1
Foto:
Fx Darren Lie Kelas XI MIPA 4
Dokumentasi panitia







