Persaudaraan dalam Toleransi Beragama

Hey, hey murid Santo Paulus! Belum lengkap rasanya menjadi warga SMA Katolik Santo Paulus tanpa mengenal persaudaraan ya? Bahkan, nilai persaudaraan itu juga dihayati dalam Carmel Values yang kita bacakan setiap hari. Tidak hanya dibacakan, nilai tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ya… Emm.. Memangnya benar ya kalau SMAK menjunjung tinggi persaudaraan? Tentu saja! Murid kelas XII ikut menyuarakan persaudaraan ini dalam kegiatannya di hari Jumat (13/09/2024) lho. Tak usah berlama-lama, yuk kita simak kisahnya!

Setelah misa hari Jumat (13/09/2024), aula kembali diramaikan oleh murid-murid kelas XII dan juga anak-anak dari pondok pesantren. Yup, ini dia simbol penghayatan persaudaraan kami! Kegiatan ini diprakarsai oleh Ibu Claudia Natashia Tiurria S., S.H. dan Ibu Dra. Rosery Tritantina sebagai guru PPKn SMAK Santo Paulus untuk memupuk toleransi antar umat beragama. Dalam kegiatan ini, para murid kelas XII diajak untuk memberikan sumbangan kepada anak-anak di pondok pesantren. Acara ini dihadiri oleh seluruh murid kelas XII dan perwakilan dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Wirolegi.

Mengapa acara ini diadakan? Sesuai dengan materi PPKn kelas XII mengenai Kasus-Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara, para murid kelas XII diharapkan dapat menghindari tindak melanggar hak dan kewajiban sebagai warga negara. Pada sub materi dengan judul “Substansi Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Pancasila” dikatakan bahwa salah satu kewajiban warga negara adalah mengembangkan toleransi antarumat beragama agar terwujud kehidupan serasi dan selaras. Itulah mengapa acara ini diselenggarakan. Yaudah, dari pada kalian mati penasaran dengan aktivitas mereka, yukkk ikuti keseruan kakak kelas XII dan teman-teman pondok pesantren hari ini!

Eiitss, kegiatan ini nggak tiba-tiba langung pada penghujung acara ya. Tapi ada doa pembuka dan sambutan-sambutan dulu. Kayak acara kenegaraan aja ya?? Hehehe … Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Romo Kristoforus Rawi, O.Carm. dan dilanjutkan dengan sambutan pertama dari pihak pesantren Bapak Septian Bagas Triyanto, S.Pd. Kemudian, oleh Bruder Yohanes Suprapto, O.Carm. selaku perwakilan dari pihak SMA Katolik Santo Paulus.

Nahhh, sekarang nih saatnya para panitia beraksi! Apa yaa yang sudah disiapkan oleh mereka?? Tentu saja games! Ihh para murid kelas XII akan bermain games bersama teman-teman dari pondok pesantren. “Kepala pundak lutut kaki lutut kaki”, ucap Kevin Jerome (XII MIPA 4) bersemangat. Wahh, game kali ini butuh konsentrasi, nih! Satu-dua games terlampaui. Aduh, sesi games tidak terasa sudah selesai. Hmzz.. Selanjutnya ngapain yaa? “Ayo semua berdiri dan siap-siap untuk berpose. Kita memasuki sesi foto bersama,” ucap Kevin Jerome. Auch dilihat-lihatsudah masuk sesi terakhir, nih. Foto bersama adalah kegiatan untuk mengabadikan momen bersama kami di hari ini. Setelah kegiatan foto bersama, acara yang diselenggarakan di Aula pun ditutup dengan doa penutup. Kali ini, doa penutup dibawakan oleh perwakilan dari murid kelas XII, lhoo! Carina Tan (XII IPS 2) memimpin doa penutup siang hari ini. Saluddd dehh ama Cece Carina 😻

Yeay, rangkaian acara di Aula SMAK Santo Paulus mencapai ujungnya. Artinya, tur sekolah dimulaii~ Tur sekolah ini dipandu oleh murid kelas XII yang menjadi panitia. Bagaimana dengan murid lain? Murid-murid kelas XII yang lain diperbolehkan untuk pulang atau mengikuti tur bersama anak-anak pondok pesantren. Asyikk, serasa kembali ke momen MOM! Mulai dari aula, lab bahasa, hingga lantai 3 kami lalui lhoo. Benar-benar memutari sekolah, kawan. Bagaimana yang dari pondok pesantren, nih? Gimana pesan dan kesannya?

“Ya senang sihh, anak-anak jadi bisa menambah toleransi. Terus juga kumpul-kumpul, bisa toleransi. Kami di pesantren juga diajarkan untuk toleransi, bahkan di Al-Quran juga ada ajarannya. Untukmu agamamu, untukku agamaku, yang berarti tidak memaksakan agama,” ujar Ibu Elok Wardaningrum

Selain dari Ibu Elok, kami juga sempat bertemu dengan salah pengajar pondok pesantren yang dulunya pernah mengajar di SMAK Santo Paulus lho! Siapa beliau? Beliau adalah Bapak Septian Bagas Triyanto, S.Pd., atau yang akrab dipanggil Sir Handsome😎 oleh murid kelas XII. Beliau saat ini merupakan salah satu guru di Pondok Pesantren Nurul Jadid. “Bisa mengajak santri dan santriwati kami untuk datang ke sini mungkin jadi pengalaman baru bagi mereka untuk mengetahui bagaimana sekolah di luar pondok itu gimana. Itu juga cara mereka untuk menerapkan cara hidup bertoleransi antar agama,” tukasnya.

Wahh.. seru banget ya acara bersama anak-anak dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Wirolegi inii.. Selain memupuk rasa persaudaraan dengan sesama, kita juga diajarkan untuk saling menghargai keberagaman yang ada di negeri ini. Semoga kerukunan dan kesatuan kita atas keberagaman ini tetap terjaga yah!

Jurnalis:

Jonita Shaquandra Kelas XII MIPA 4

Hildegardis Raras Kelas XII MIPA 1

Asher Yedijah Hoesono Kelas XII MIPA 1

Foto:

Gladys Gabriela Tjipto Santoso Kelas XII MIPA 2

Jeanie Vianna Kelas XII MIPA 4

Christophorus Raditya Herliano Kelas XI MIPA 1