
Sebenarnya, kita boleh loh konsumsi narkoba, asal…
Haloo SaintPaulerss!! Ada berita terbaru nih!! Kabarnya, SMA Katolik Santo Paulus diundang untuk menghadiri kegiatan “Road Show Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2024”. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 5 September 2024. Yukkita simak bersama-sama.
SMA Katolik Santo Paulus mendelegasikan seorang guru dan dua siswi dalam sosialisasi anti narkoba. Mereka adalah Bapak Gilang Kurniawan S.Pd., Clarissa Cynthia J.S. kelas XII MIPA 3/07, dan Jennifer Evelyn kelas XI MIPA 1/15. Mereka tiba pukul 07.15 di Gedung Auditorium Universitas Jember. Setelah memasuki gedung yang megah itu, mereka disambut oleh panitia-panitia yang mewakili Polres Jember, Polres Banyuwangi, Polres Situbondo, Polres Bondowoso, Polres Lumajang, Polres Kabupaten Probolinggo, Polres Kota Probolinggo, dan Polres Pasuruan.
Acara penting ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, mahasiswa, pemateri, kepala sekolah/guru, dan para murid SMA/MA/Pesantren. Berdasarkan data, terdapat lebih dari lima ratus orang tamu undangan. Coba tebak berapa banyak yang dari jember?? Jawabannya adalah 165 orang. Wah, kebayang kann sepadat apa ruangan di dalamnnya. Semakin banyak semakin efektif, kan? Sesuai dengan ungkapan yang disampaikan oleh guru pendamping dari SMAK Santo Paulus Jember. Bapak Gilang Kurniawan S.Pd., “Roadshow anti-narkoba merupakan langkah yang sangat penting dalam upaya pencegahan dan penyebaran informasi tentang bahaya narkoba”. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan bahwa dalam seminar ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai efek buruk narkoba, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental, serta dampak sosial dan hukum. Roadshow seperti ini juga membuka ruang diskusi tentang strategi pencegahan dan rehabilitasi, serta mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih waspada dan bijak dalam mengambil keputusan terkait narkoba.

Edukasi-eduksi dalam seminar ini disampaikan secara menarik oleh para pemateri. Pemateri pertama adalah Bapak AKBP Ronny P., S.H, beliau menyampaikan jenis-jenis narkoba dan hukum mengenai narkoba. Kemudian, pemateri kedua adalah Ibu Hanny Hendrany S.Sos., NPL selaku sekretaris GPN. Beliau menyampaikan kasus pengguna narkoba dan wujud nyata merehabilitasinya. Beliau juga menunjukkan film singkat mengenai dampak negatif narkoba seperti 3 Pilihan Hidup, Dua Dunia, dan Kisah Gadis Tomboy. Selanjutnya adalah sesi berbagi cerita oleh seorang mantan pengguna narkoba yaitu Kakak Gabriella A.M., S.S. Berawal dari pertemanan yang merusak hingga pertemanan rohani yang membawanya kepada Tuhan lalu sembuh. Nah, itu dia sesi pertama.
Pada sesi kedua, terdapat dua pemateri. Pemateri yang pertama adalah Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yaitu Ibu dr. Dewi Prisca Sembiring, Sp.KJ. Beliau menyampaikan dampak narkoba dari sisi kesehatan medis dan psikis. Kemudian, materi kedua membahas tentang sisi keagamaan yang dibawa oleh Bapak AKBP Bahrun Nasikin, S.Ag., M.A., M.H. Nah, bisa dipastikan narkoba adalah oposisi kita. Bagaimana yaa pesan ibu dokter?
“Masa mudamu tidak akan terulang kembali, narkoba hanya merusak kamu. Jauhilah narkoba sebelum dunia menjauhimu!” ucap Ibu dr. Dewi Prisca Sembiring, Sp.KJ.
Oiyaa, kita akan melanjutkan diskusi kita di awal mengenai pelegalan narkoba. Nah seperti yang kita ketahui, umumnya, narkoba memberi efek negatif. Tidak jarang orang-orang melabelinya dengan istilah “Narkoba membunuhmu!” Tahukah kalian, narkoba ada yang legal lhoo!! Faktanya, pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. So, jangan asal menggunakan yaa Gen Z!
Demikian kegiatan seminar ini dilaksanakan. Hmm bagaimana yaa tanggapan salah murid yang telah mengikuti seluruh rangkaian acara ini?
“… Anak muda di zaman sekarang ini terbilang cukup bebas dalam pergaulannya, tidak ada pengawasan yang ketat dari orang tua sehingga meningkatkan resiko anak salah pergaulan dan terjerumus dalam pemakaian narkoba. Oleh karena itu, sebagai pemuda yang bijak, kita harus pandai dalam memilih pergaulan kita, jangan sampai kesenangan sesaat merusak masa depan,” ucap Clarissa Cynthia J. S. kelas XIIMIPA3/07.
Okay, mari kita tutup dengan pantun, eitss jangan deh bosen. Kita tutup dengan kata-kata hari ini. Tergoda narkoba? jangan ya dek yaa. Generasi emas dapat berprestasi tanpa narkoba, paham????
Jurnalis:
Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1
Foto:
Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1
Dokumentasi Panitia







