Kira-Kira, Jadi Apa Ya Kita Nanti?

Jalan-jalan ke Makasar

Pulangnya beli kedondong

Hallo! Apa kabar?

Masih pada sehat dong??

Eh, SaintPaulers! Sabtu (10/08/24) kemarin kalian ngapain? Pasti banyak yang bangun siang ya! Kalian tahu nggak, kalau Sabtu kemarin tuh, kakak-kakak kelas XII gitu tetap masuk loh!

Hah? Emang ngapain? Jadi, kakak-kakak kelas XII baik IPA maupun IPS pada hari Sabtu (10/08/24) menjalani yang namanya PSIKOTES atau Tes Bakat dan Minat. Untuk apa ya kira-kira? Tentu saja untuk mengetahui ke arah mana nih bakat dan minat para murid kelas XII yang sebentar lagi akan memasuki jenjang perkuliahan. Supaya kelak mereka nggak ada tuh salah jurusan.

Psikotes kali ini dibagi menjadi tiga bagian utama, temen-temen! Pertama-tama, kakak-kakak kelas XII mengisi lembaran identitas diri. Meski hanya identitas diri, hal yang perlu diisi juga banyak loh… Apa aja tuhhh? Nama, NIS, nomor telepon udah biasa lah ya… Loh cita-cita juga? Tempat les? Hobi? Organisasi? Eitss.. Jangan salah! Semuanya itu bertujuan untuk melihat riwayat hidup untuk memudahkan para kakak-kakak tim psikologi. Kedua, para peserta psikotes diberikan beberapa macam tes yang bertujuan untuk mengetes kecerdasan dan keahlian. Tentunya dari kecerdasan dan keahlian itu, para peserta dapat menentukan bidang yang cocok bagi mereka kann.

Tes berlangsung sangat sunyi dan semua peserta tampak fokus ke lembaran soal mereka masing-masing. Pada bagian kedua kali ini, tes terdiri atas tes verbal, numerikal, dan logika. Waktu yang diberikan oleh tim psikologi juga sangat terbatas lohh. Jadinya, para murid harus mengerjakan soal-soal tes secepat kilat deh. Nah, setelah tes bagian kedua kali ini, para murid diberikan waktu istirahat selama 30 menit. Tentunya, setelah pusing dengan berbagai macam dan bentuk soal, para murid juga butuh istirahat yaa hehe…

Kringggg….

Bel tanda istirahat berakhir sudah berbunyi…Para murid kelas XII harus kembali ke ruang kelas masing-masing untuk melanjutkan sesi psikotes yang terakhir. Tes ketiga kali ini lumayan banyak ya. Soal-soal kali ini bertujuan untuk mengamati minat para peserta. Melalui pernyataan benar salah, tentunya para tim psikologi akan dapat menentukan minat para peserta. Sampailah kita pada tes terakhir, yakni Kraepelin Test. Tes ini sih yang paling menguras otak dan tenaga. Bagaimana tidak? Tes itu mengharuskan para murid untuk menjumlahkan 2 bilangan matematika secara cepat dan tepat berurutan dari bawah ke atas. Setiap sekian detik, akan ada instruksi “Pindah!” yang mengharuskan para murid untuk pindah menghitung kolom selanjutnya.

Kira-kira apa sih bedanya psikotes kelas 10 dan kelas 12? Untuk kelas 10 lebih fokus kepada potensial diri kalian. Kalian diajak untuk mengetahui lebih dalam tentang minat, bakat, dan kepribadian. Hal ini sangat penting, karena digunakan untuk menentukan jurusan mana yang paling cocok bagi kalian! Misalnya mau masuk IPA, IPS, atau jurusan lainnya. Nah, untuk kelas 12 psikotes ini lebih fokus untuk nyiapin masa depan kalian, entah untuk kuliah atau mulai bekerja. Di sini, kita bakal dapat gambaran yang lebih jelas tentang jurusan kuliah atau karier yang sesuai dengan kemampuan dan minat kita.

Beberapa tanggapan dari murid kelas 12 sendiri cukup beragam nih. Hal ini juga dirasakan Violet Zahirah dari kelas 12 IPS 1. Violet beranggapan bahwa dari psikotes ini dia dapat mengetahui minat yang sesuai. “Psikotes hari ini bertujuan untuk mencari minat dan bakat yang cocok bagi kami kelas 12. Of course, bakat dan minat ini akan membantu kami menentukan jurusan di perkuliahan,” ucapnya.

Bagaimana nih tanggapannya? Tentunya, hasil psikotes bisa efektif atau tidak tergantung dari jawaban kita yakk. Oleh sebab itu, kita sangat disarankan untuk menjawab secara jujur tanpa adanya paksaan atau tekanan dari lingkungan.

Jurnalis:

Arera Crystallodya Sahashika XII IPS 1

Asher Yedijah Hoesono Kelas XII MIPA 1

Robbi Fadli Ari Seto Kelas XI MIPA 2

Patricia Danella Damayanti Kelas XI IPS 2

Foto:

Fransiscus Xaverius Darren Lie XI MIPA 4

Sesilia Atyantika X3

Yohanes Emanuel Prasetya P XI IPS 3