
“Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Kutipan tersebut sangat sering kita dengar, bukan? Hmm… berarti menjaga kebersihan lingkungan termasuk, ya? Tepat sekali! By the way… murid-murid SMAK Santo Paulus baru saja melakukan kontribusi dalam menjaga kebersihan lhoo. Yuk, simak keseruannya!
Kegiatan ‘menjaga kebersihan’ ini dilakukan oleh murid-murid mulai hari Jumat (02/08/2024) hingga Minggu (04/08/2024). Lebih tepatnya, kami menjadi relawan kampanye di JFC 2024 untuk menjaga lingkungan. Keren banget, kan! Kegiatan ini dipimpin oleh Ibu Dina Putu Ayu S.Pd., guru Biologi di SMAK Santo Paulus sejak tahun 2016. Masih dengan semangat yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, Beliau merangkul murid-muridnya untuk bersama turun ke jalanan.
Kami mulai berkumpul pada pukul 13.00 di depan gedung Grapari Telkomsel. Dengan berbekal sarung tangan dan karung, kami berangkat menyusuri jalanan dalam kelompok-kelompok kecil. Terdapat karung untuk mengumpulkan botol dan sampah yang telah bercampur. Nah, sampah botol dan gelas nantinya akan kami serahkan kepada para pemulung. Yuhu, kita jadi ikut membantu para pemulung mencari nafkah! Eh ehh..kitabukan sekadar mengumpulkan sampah, lhoo…Kami juga mengimbau para masyarakat untuk membuang sampah kepada tempatnya. Murid-murid diajak untuk melakukan kampanye kepada masyarakat sekitar. “Sambil mengambil sampah, kita mengedukasi warga. Bu, Pak sampahnya jangan dibuang sembarangan ya..”, ucap Bu Dina.

Dalam kegiatan ini, kami menemukan macam-macam reaksi masyakarat sekitar. Ada yang mengucapkan terima kasih, ada pula yang mengabaikan imbauan kami. Namun, hal tersebut bukan menjadi penghalang untuk tetap melakukan kampanye yaa! Selain mendapatkan berbagai reaksi, kami pernah dibantu pula oleh adik-adik kecil yang ikut menonton JFC. Mereka ikut mengambil sampah dengan antusias. Senangnya!
Banyak kejadian terjadi selama 3 hari ini. Bagaimana tidak? Pada hari pertama, kami dihantam hujan secara tiba-tiba. Pada hari kedua, kami dapat menjalankan misi hingga tembus ke KCM pada siang harinya. Sedangkan pada hari ketiga, hari yang ditandai sebagai puncak acara JFC, kami terhambat kemacetan akibat penuhnya warga di sekeliling jalan.
“Hari ke-3 sungguh melelahkan, kelompok kami sering dihadang orang akibat kemacetan. Akibatnya, kami jadi susah bergerak dan berhenti di SMPK Petrus untuk beristirahat. Beberapa teman kami malah tidak bisa bergerak dan tetap berada di Grapari,” ujar Veronica Natasya Halek dari kelas XI MIPA 4.

Salah satu permasalahan yang kami temukan adalah kurangnya tempat sampah yang disediakan. “Jika pemerintah saja belum menyediakan fasilitas yang memadai, bagaimana masyarakat bisa berubah?” ujar Bu Dina. Kami kembali membersihkan jalanan setelah acara JFC selesai. Tanpa disangka, kegiatan kami di hari pertama disorot oleh berbagai media loh! Salah satunya Kominfo Pemkab Jember. Wah… semoga pesan-pesan kami kali ini bisa tercapai!
Kampanye ini tidak dilakukan karena mencari atensi kepada warga sekitar ya…Kami ingin warga sadar bahwa sampah yang kita hasilkan sehari-hari dapat menghasilkan masalah besar di kemudian hari. Jadi, apa nih tanggapan kalian mengenai kegiatan ini?? Apakah kalian tertarik untuk mengikuti kegiatan ini? Tunggu kegiatan kampanye tahun depan, ya!
Jurnalis:
Jonita Shaquandra kelas XII MIPA 4
Aurentzia Veayviane X-3
Patricia Danella Damayanti XI IPS 2
Foto:
Maximus Lay XI MIPA 4
Samuel Kristian Siahaan XI MIPA 4







