Kilau Film Siswa

Woohoo! Hai, hai, hai!

Pada tanggal 24 Mei 2024, SMAK Santo Paulus mengadakan tiga festival besar tahunan yakni gamelan dan drama, SPCF (Saint Paul Choir Festival), serta SPMF (Saint Paul Movie Festival). Kegiatan dimulai dengan pementasan gamelan dari kelas XI dan drama dari kelas X di pagi hari. Selanjutnya, di siang harinya dilanjutkan dengan SPCF yang diikuti oleh seluruh kelas X dan XI. Lalu, SPMF di malam harinya. Hectic banget yaa..

Meski seharian sibuk begitu, acara penayangan film pasti yang dinantikan. Benar apa benar?

SPMF tahun ini digelar dengan cukup megah. Mengapa demikian? Apalagi kalau bukan karena konsep red carpet ala Met Gala. Siapa yang udah ngerasain jalan di red carpet-nya? Asyik ya, berasa jadi artis ternama. Selain adanya red carpet, kostum dari kakak-kakak kelas XI ngga kalah menawan. Mereka memakai dress untuk wanita dan jas/kemeja untuk pria. Omo, aura aktor dan aktrisnya makin terpancar, kawan.

Jalannya acara SPMF dipandu oleh dua MC yang cantik dan ganteng yakni Eileen Gracia dari kelas X MIPA 1 dan Moses Fanandi dari kelas X IPS 2. Lucunyaa meski mereka masih junior, namun sudah pandai membawakan suatu acara.

Kegiatan SPMF pun dibuka dengan penayangan film dari kakak-kakak kelas XII yang baru saja lulus. Film mereka berjudul Lulus≠Lolos. Gokil abiezz dah. Selanjutnya, sederet film karya kelas XI ditayangkan. Film-filmnya yaitu Realm of Lies (XI MIPA 1), Enygma (XI MIPA 2), 21 (XI MIPA 3), Serendipity (XI MIPA 4), Fala Amo (XI IPS 1), Aja Dumeh (XI IPS 2), dan Jejak Kanvas (XI IPS 3). Judul-judulnya aja menarik, filmnya pun ngga kalah menarik. Yahh, sayangnya hanya bisa diambil 3 karya film terbaik. Namun, semua adalah juaranya di malam hari itu.

Tererett.. Selamat kepada XI MIPA 1 alias Kumis Babe atas prestasinya meraih juara satu dalam SPMF 2024. “Aku pribadi kaget, seneng, speechless, duh campur aduk deh. Temen-temen sekelas juga ikut bahagia. Dari usaha pulang subuh sampai diimarahin orang tua itu semua terbayarkan di SPMF kali ini,” ujar Gratia Jyllian alias cece sutradara dari kelas XI MIPA 1. Bagi Gratia, perjuangan kelasnya selama proses syuting itu sebanding dengan posisi film kelasnya yang mendapat juara satu. “Bahkan, uang kas kelasku sampai minus lhoo.. Hahaha,” tambahnya. Gratia juga menyampaikan bahwa perannya sebagai sutradara tak segampang yang dilihat oleh orang lain. Ia harus siap ditegur bahkan bisa membuat dirinya bermusuhan dengan teman kelasnya sendiri. Meski begitu, perjuangan Kumis Babe patut untuk diapresiasi, ya. Yeyy!!

Juara dua diraih siapa? Oyeah, udah pasti film Jejak Kanvas dari kelas XI IPS 3. Story dari film kelas mereka patut diapresiasi, lho. Sebab, mereka berani mengangkat isu sosial yang bergenre romance. “Aku cukup seneng meranin Keisha dengan segala tantangan yang ada. Dari peranku sebagai tokoh Keisha, aku belajar caranya pakai kursi roda, dan gimana seorang disabilitas melakukan aktivitasnya sehari-hari. Ngga mudah ternyata”, ujar Geraldine Feby dari kelas XI IPS 3 selaku aktris utama.  “Nah, kalo dari aku sebagai pemain Raka, tantangan yang aku hadepin harus bisa menyesuaikan mood dengan cerita filmnya. Dan, Puji Tuhan, scene-nya sesuai dengan yang aku pengen,” sambung Richie Darmadi selaku aktor utama. Ngga disangka kalo teman-teman dari kelas XI IPS 3 mendapat banyak pengalaman baru melalui karakter tokoh mereka masing-masing.

Dumbo mana suaranyaa?? Selamat ya atas prestasinya meraih juara tiga dengan film kalian yang berjudul Enigma. Sutradara udah, aktor juga udah, kita tanya produsernya yuk! Perlu kalian ketahui, produser memiliki peran vital dalam kelancaran proses pembuatan film lhoo. Mereka harus bisa mengatur anggaran, menyusun jadwal shooting, dan masih banyak lagi. Tanpa kehadiran mereka, bisa-bisa proses shooting ini ga jalan deh. Lantas, bagaimana strategi atau cara yang ditempuh oleh Produser Film Dumbo, yakni Nelson Renalt dan Theodore Ardelle agar proses shooting berjalan dengan lancar?

“Langkah pertama adalah membuat anggaran yang dibutuhkan. Saya memperkirakan semua biaya, mulai dari biaya properti, transportasi, dan lain-lain. Penting juga untuk memasukkan cadangan biaya untuk kejadian tak terduga,” ujar Nelson. Semuanya memang harus diperhitungkan dan diperkirakan dengan baik ya kawan biar lancar. Nelson juga mengatakan bahwa sebelum mereka melakukan shooting, lokasi dan properti harus sudah di survei dengan baik. Tidak lupa juga untuk menyiapkan scene apa aja yang akan diambil pada hari itu agar prosesnya juga efektif temen-temen! Ia juga menyebutkan, kelancaran dari shooting ini juga karena adanya briefing sehingga semua kru tahu apa yang diharapkan pada proses shooting dihari itu. Wahh … emang nih.. Komunikasi adalah kunci!

Setiap kelas memiliki keunikannya masing-masing dan semuanya itu dituangkan dalam cerita film kelas mereka. Sebagai hasil dari kerja keras, setiap karya film akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para murid kelas XI dan pihak-pihak yang terlibat. Satu kata untuk kita semua, Kerennn!! Menyala kakakkuh!

Jurnalis:

Hildegardis Raras Kelas XI MIPA 3

Asher Yedijah Kelas XI MIPA 2

Foto:

Arera Crystallodya Sahashika XI IPS 2

Hildegardis Raras Kelas XI MIPA 3

Anantha Vincarosa Khoe Kelas X IPS 2