
“Sekolah kita cuma unggul di basket dan Bahasa Inggris??”
Eits, salah besar! SMAK Santo Paulus juga berprestasi di berbagai bidang lain, loh! Salah satu contohnya adalah di bidang Badminton. Pada hari Selasa (07/05/2024), dua murid SMAK Santo Paulus mewakili sekolah untuk mengikuti perlombaan O2SN atau “Olimpiade Olahraga Siswa Nasional”. Mereka adalah Octarian Hariyanto (Rian) kelas X IPS 1 dan Geraldine Feby (Feby) kelas XI IPS 3. Tak hanya sekadar mendapatkan penghargaan sebagai peserta, salah satu dari mereka berdua berhasil meraih juara 3 di cabang tunggal putri, gengs!
Perlombaan ini diadakan di Gedung Zainuri UNMUH. Sat set sat set…sampailah mereka di lokasi dan melakukan registrasi ulang. Acara diawali dengan doa dan pidato pembukaan. Apa saja cabang badminton yang dilombakan? Ada dua guys, tunggal putra dan tunggal putri. Perlombaan dimulai dengan permainan tunggal putri yang kemudian dilanjutkan oleh tunggal putra. Ternyata kedua perwakilan dari sekolah kita berhasil masuk ke babak selanjutnya! Yeay!! Permainan kemudian berlanjut hingga semifinal. Pada babak semifinal tunggal putra, Rian akhirnya dikalahkan oleh tim lawan. Berbeda halnya dengan Feby, ia berhasil melalui pertandingan perebutan juara ketiga tunggal putri dan berhasil meraihnya.

Meski tak lolos dengan mulus, perjuangan mereka hingga berada di titik ini bukan maen-maen. Yuk, yuk ... coba kita tanyakan kepada mereka, apa saja sih persiapan yang mereka lakukan? “Persiapannya yang pertama itu adanya sparing badminton bersama SMADA. Setelah itu, kami juga disuruh ikut latihan private. Di situ kita diajarin trik dan teknik yang benar dalam badminton. Selain itu, latihannya juga dicampur dengan latihan fisik. Sempat juga berlatih dengan anak-anak TL yang lain,” ujar Geraldine Feby.
Persiapan yang baik memang mendatangkan buah yang manis juga ya, temen-temen. Geraldine Feby berhasil menyabet juara 3 dalam lomba O2SN. Dalam perlombaan, terdapat beberapa kendala yang ia hadapi. “Sebenernya aku ga punya ekspektasi apalagi waktu lomba sebenarnya aku masih susah jalan karena telapak kakiku luka tapi Tuhan baik banget. Ternyata saat lomba, aku bisa menjalankan lomba dengan maksimal tanpa ada kendala signifikan dari kakiku yang udah luka sebelumnya. Tuhan baik banget karena aku bisa melampaui pemikiranku sendiri. Di awal aku mikir bakalan kalah dan ga menang ternyata aku bisa jadi juara 3,” ujarnya. Wah memang kekuatan doa ini ga main-main ya gess.

Ehh … ehh… , ternyata masih ada juga kendala lain, lho gaes. “Warna atap Gedung Zainuri ini warna putih, lantai nya juga putih, shuttlecock warna nya juga putih. Jadi, waktu shuttlecock udah dipukul dan di posisi di atas, itu shuttlecock-nya seolah-olah hilang dari pandangan,” tambahnya
Pengalaman mengikuti perlombaan ini juga menjadi sesuatu yang berharga loh! “Saya bisa menjadi tahu bahwa masih banyak orang yang lebih pintar dalam bermain badminton jika dibandingkan dengan saya sendiri,” tambah Octarian Hariyanto. Meski belum mencapai titik maksimal, ia berharap bahwa ke depannya bisa bermain semakin baik.
Nah, gimana teman-teman mengenai pendapat kalian tentang mereka?? Perjuangan dari Geraldine Feby dan Octarian Hariyanto harus mendapat apresiasi. Bener nggak?? Mereka berhasil membawa dan mengharumkan nama sekolah di luar dengan bakat dan kemampuan yang mereka punya lho. Kalau kalian gimana temen-temen? Mari kita menorehkan prestasi-prestasi melalui proses pengembangan bakat dan minat kita ya!
Jurnalis:
Jonita Shaquandra Ezraela S. Kelas XI MIPA 4
Asher Yedijah Hoesono Kelas XI MIPA 2
Foto:
Jonita Shaquandra Ezraela S. Kelas XI MIPA 4
Dokumentasi pribadi







