Sir Marno's Weddingss????

WOWWWW, click bait banget ya judulnya, xixixi. Tapi ngga kok guys, bukan Pak Marno yang nikah. Lah? Jadi siapa donk???

Jadi, nikah di sini bukan nikah beneran ya guys. Tapi cuma hanya sebatas ujian praktik dari kolaborasi empat mata pelajaran. Apa aja tuh? Ada mata pelajaran Seni Budaya, PPKN, Bahasa Jawa, dan Sejarah. Nah, sedangkan tema besar dari uprak kolaborasi kali ini bertajuk “The Great Power of Java.” Dari temanya saja sudah menarik, apalagi prosesinya pasti menarik banget!

Gini ni ceritanya. Jadi, kemarin tepatnya hari Selasa (05/03/2024) semua kelas XII sudah menyiapkan kuwadhe pernikahannya masing-masing yang pastinya sudah didesain sesuai dengan kekreatifitas kelas masing-masing. Dengan berhias ornamen-ornamen Jawa, calon pasutri yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng ini sangat memukau adik kelas X dan XI di GOR. Alunan gendhing Jawa juga melengkapi kemeriahan prosesi pernikahan hari ini.

Acara ini dimulai sekitar pukul 09.10 WIB dan tentu saja seluruh kelas X dan XI nggak mau ketinggalan. Mereka semua pun diarahkan menuju ke GOR setelah istirahat pertama berakhir. Di sana mereka telah ditempatkan untuk duduk bersama kelasnya masing-masing. Selain diiringi dengan gendhing Jawa, acara ini juga diiringi oleh MC untuk memandu urutan acara. Dalam acara ini ada 14 MC yang di mana MC-MC tersebut merupakan perwakilan dari setiap kelas XII. Jadi, setiap kelas diwakilkan oleh sepasang MC yang berbeda gender.

Salah satu hal yang menarik ialah karya dari kelas XII IPS 4. Mereka ternyata memadukan dua budaya yang berbeda, yakni Tionghoa dan Jawa. Ornamen merah memikat khas budaya Tionghoa dipadu dengan kebaya khas Jawa sangat klop! Bikin mata berbinar! Sangat berbeda dari kelas yang lain! Inspirasinya menarik juga ya, patut ditiru nih.

Tak kalah menarik yakni karya kelas XII IPS 1 yang full budaya Jawa, mulai dari ornamen hingga busana yang dikenakan. Dalam prosesi pernikahan ini ternyata dipenuhi filosofi banget lohh! Di saat prosesi berlangsung, ada sebuah ritual yang dikenal dengan sebutan “ngubeng jagat.” Whut, apaan tuh?

Ngubeng jagat ialah tindakan memutari wadah berisikan air dan bunga. Prosesi ini dilakukan oleh mempelai pria dan mempelai wanita, beserta kembar mayang. Hal ini bermakna bahwa susah maupun senang akan dihadapi bersama. Ada lagi, mempelai pria dan mempelai wanita disatukan dalam ikatan kain merah oleh mertuanya. Hmm, apa sih maknanya? Maknanya berarti mertua memberikan dukungan bagi putra-putrinya.

Semua rangkaian acara yang ada pun berakhir, acara ditutup dengan penampilan tari tradisional yaitu tari Gambyong dilanjut dengan foto bersama per kelas bersama Bapak/Ibu wali kelas masing-masing. Setelah itu, para murid kelas X dan XII diberi kesempatan untuk mewawancarai para murid kelas XII.

Nah, buat kalian yang masih penasaran tentang rangkaian-rangkaian acara yang lebih detail kalian bisa baca informasi-informasi yang lebih lengkap lagi di majalah FIRST edisi ke 17! See u guys soon!!!

Oh iya, semoga langgeng ya buat para pasangan baru yang baru saja menikah palsu, xixixixi!! Dadahhhhh!

Jurnalis:

Sevira Maria Angelica Putri Kelas X IPS 3

Graciel Thea Hariyono Kelas X MIPA 2

Cyrilla Levina Kuswanto Kelas X MIPA 1

Foto:

Richelle Valerie C. Kelas X MIPA 1

Maximus Lay Kelas X MIPA 3

F.X. Darren Lie Kelas X MIPA 3

Viona Valencia Kelas X MIPA 4