Udara Bersih Itu Mahal

Pagi hari ini, kelas kalian ngapain?

Kurang asyik kalau langsung materi. Hmm.. Jalan-jalan dulu, ngga sih? Eits, tapi ini bukan sekadar berputar-putar ria. Di kesempatan hari Selasa (27/02/2024), para murid dari kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 2 melakukan pengamatan dan menghitung jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya. Tidak hanya kedua kelas tersebut, namun kemarin Senin (26/02/2024) pengamatan ini juga dilakukan oleh kelas XI MIPA 4. Wahh, asyik amay niee.

Misi mereka ngapain ya? Sesuai bab biologi kali ini yakni sistem pernapasan pada manusia, mereka diajak untuk mengecek kualitas udara. Ehh, apa hubungannya? Untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan dibutuhkan kualitas udara yang baik. Ada beberapa ciri-ciri kualitas udara baik: tidak berwarna, tidak berbau, dan tingkat kelembaban seimbang. Nah, jika tidak memenuhi ciri-ciri tersebut, maka dapat dikatakan bahwa kualitas udara kurang baik. Kualitas udara yang buruk dapat berpengaruh buruk pula terhadap kesehatan sistem pernapasan.

Dalam ‘jalan-jalan’ kali ini, kami diajak untuk menghitung jumlah kendaraan yang lewat dalam semenit. Pasti susah jika menghitung manual yaa, apalagi di tempat yang ramai. Oleh karena itu, kami menghitung dengan bantuan aplikasi bernama Traffic Counter. Penghitungan ini dilakukan sebanyak 3x dengan jangka waktu semenit setiap kalinya. Cuss jalan… Murid-murid kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 4 menuju lima lokasi: Jalan Trunojoyo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kartini, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan GNI. Sesuai jumlah lokasinya, berarti ada lima kelompok nihh.

Setelah beranjak menuju lokasi masing-masing, para murid langsung menghitung jumlah kendaraan yang berlalu-lalang. Yang harus dihitung ialah motor, mobil, bus dan truk. Murid-murid juga diminta untuk mengambil foto dokumentasi.

Okeyy, jika sudah selesai menghitung kendaraan sebanyak 3x, kita bisa kembali ke sekolah guys. Hihihi, bisa sekalian hunting street food nihh. Apalagi kelas XI MIPA 4 yang keluar di siang bolong, enaknya makan es krim sih…Sayang sekali, ibu guru kita tercinta, Ibu Monica Faot tidak memperbolehkan kita jajan. Yah.. Sudah saatnya kita kembali ke kelas.

Dari pengamatan kami di jalan, kendaraan yang paling banyak berlalu-lalang ditemukan di Jalan Trunojoyo dan Ahmad Yani. Hal ini dikarenakan kedua jalan tersebut merupakan jalan utama Kota Jember. Jika kendaraan semakin padat, tentunya kualitas udaranya dapat semakin buruk pula. Beruntungnya, kita hidup di Kota Jember yang bukan kota megapolitan besar yaa. Setelah ditelusuri kembali, tingkat polusi udara di Jember masih tergolong dalam kategori sedang dengan AQI 60 (iqair.com, 2024). Sedangkan, AQI atau Indeks Kualitas Udara yang normal ialah 0-50.

Masih dalam batas aman ya… Namun, hal itu bukan berarti kita bisa acuh tak acuh dengan kualitas udara saat ini. Kita harus bisa mengurangi pencemaran pada udara seperti dengan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor, dan menanam tanaman hijau. Yupp, menanam tanaman hijau juga dapat meningkatkan kualitas udara guys! Fun fact, murid kelas XI juga memiliki agenda bercocok tanam dalam rangka meningkatkan kualitas udara loh. Untuk kelas XI MIPA 4, penanaman akan dilakukan pada Senin mendatang.

Menjaga kualitas udara adalah hal yang sangat penting, guys. Ada beberapa penyakit yang bisa muncul akibat polusi udara, seperti asma, paru-paru basah dan ISPA. Oleh karena itu, jangan lupa selalu menjaga lingkungan kita yaa. Menjaga lingkungan juga akan berdampak untuk kualitas udara kita. Lingkungan sehat, manusia bahagia! Sampai jumpa di cerita seru lainnya, guys!!

Jurnalis:

Hildegardis Raras Kelas XI MIPA 3

Jonita Shaquandra Kelas XI MIPA 4

Foto:

Jonita Shaquandra Kelas XI MIPA 4

Gladys Gabriella Kelas XI MIPA 4

Hildegardis Raras Kelas XI MIPA 3