Padus Antar Kelas: Meriahkan SPCF!

Halo semuanya!! Kembali lagi dengan artikel Jurnalistik nihh. Kalian suka nyanyi gak? Atau ada yang ikut SPV nihh? Kalau kalian suka bernyanyi ada kabar baik nih untuk didengar karena SMAK Santo Paulus akan mengadakan SPCF. Nah kira-kira apa saja yaa yang akan dibahas? Kita simak yuk!!

Saint Paul Chorus Festival (SPCF) adalah ajang lomba yang diadakan di setiap akhir tahun semester genap. Lomba ini diikuti oleh setiap kelas juga sebagai penilaian seni budaya terutama paduan suara. Selain itu, lomba ini tidak hanya menjadi penilaian semata tetapi juga memperebutkan piala bergilir.

Lagu ‘Adoramus Te’ merupakan lagu wajib yang mudah bagi Pak Ibe. Guru Seni Budaya ini menganggap bahwa lagu tersebut dapat membangun dasar teknik bernyanyi yang baik.

Gimana nih persiapan setiap kelasnya? Pak Ibe tentunya punya misi sendiri juga yaa untuk menuntaskan SPCF tahun ini. “Persiapan SPCF sejauh ini adalah melatih lagu wajib bagi kelas 10 dan 11. Nantinya, setiap kelas juga berlatih dengan satu lagu pilihannya,” ucap Pak Ibe.

Ada  yang sudah pernah ikut SPCF belum? Penilaian SPCF akan sama seperti tahun lalu lhoo. Penilaian bergantung pada intonasi, coral sound, teknik vokal, tempo, artikulasi, dan dirigen yang mengiringi. Para vokalis yang bernyanyi dengan suara sopran, alto, tenor, dan bass ditentukan langsung oleh Pak Ibe.

“Penilaian ini merupakan penilaian akhir untuk ranah keterampilan mata pelajaran Seni Budaya. Nantinya, nilai setiap anak di satu kelas akan sama,” lanjut Pak Ibe. Wahh SPCF ini juga merupakan penilaian yaaa. Jangan sampai nilainya jelek nihh!

Tentunya setiap kelas punya jagoan Pak Ibe dari SPV. Namun, gak bisa dipungkiri jika melatih satu kelas itu pusingnya minta ampun. Latihan di SPV aja sudah pusing apalagi latihan di kelas. Tanpa pusing-pusing lagi, kita tanyakan langsung anak-anak SPV yukk.

“Beruntungnya kelasku (10 MIPA 1) bisa ngikutin latihannya Pak Ibe. Walau ada kekurangan suara sihh di tenor dan alto, tapi untungnya aku bisa ngikutin latihannya sebagai solo alto,” ucap Rahel Evelyn Kasih Delphia.

“Sejauh ini memang ada masalah sih pada saat latihan. Untungnya, kelas ini dapat terbantu dari latihannya anak-anak SPV jadi dapat saling membantu gitu,” ucap Axel Malverick dari kelas X IPS 1.

Sebagai ajang kompetisi sekaligus penilaian seni budaya, SPCF gak bisa dianggap main-main lagi. Di sinilah kerja sama dan kekompakan setiap kelas terwakili oleh suara mereka. Tentunya juga momen ini akan menjadi hal yang tak akan hilang dari masa SMA.

Tetaplah bersuara sobat! Ikuti terus artikel kami yaa, see you!

Jurnalis:

Patricia Danella Damayanti Kelas X IPS 1

Foto:

Patricia Danella Damayanti Kelas X IPS 1

Jonita Shaquandra Kelas XI MIPA 4