Are Rules Made to be Broken?

Haii warga Santo Paulus

Kalian pada tau nggak, sih, di SMAK Santo Paulus ada beberapa peraturan yang harus diterapkan/dipatuhi? Beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari Senin (08/01/2024) ada razia besar-besaran yang dilaksanakan seusai upacara pelantikan OSIS. Rupanya beberapa murid telah melanggar peraturan yang diterbitkan oleh Tim Disiplin. Apa aja sih peraturannyaa??

Nahh yang pasti warna rambut alami yaa gaess. Selama liburan, murid baik laki-laki maupun perempuan sering kali mewarnai atau mengecat rambut dengan warna yang tidak alami. Hal ini tidak sesuai dengan pasal 120 dalam buku prestasi dan disiplin.

Tak hanya rambut yang diwarnai secara tidak alami, murid laki-laki kerap menggaris rambutnya yang disebut ‘jalan semut’. Selain rambut, alis juga kerap digarisi pula. Eits, ternyata panjang rambut murid laki-laki juga harus rapi lohh… Panjang rambut belakang tidak boleh melebihi kerah baju dan tidak bergunjik, rambut samping tidak menutupi telinga, dan panjang rambut bagian depan tidak melewati batas alis mata, serta panjang rambut atas tidak tebal dan panjang. Peraturan ini dituliskan di Buku Prestasi dan Disiplin SMAK Santo Paulus pasal 118.

Pada hari Senin lalu, salah satu petugas upacara ditarik ke depan oleh guru disiplin.

“Tentu pada saat disuruh maju ke depan ada rasa malu dan bersalah. Pada saat terdapat razia rambut, saya sendiri sedang bertugas menjadi petugas upacara, lebih tepatnya menjadi pemimpin barisan dan seharusnya dapat menjadi contoh yang baik bagi para murid SMAK Santo Paulus,” ucap Robert Christanto dari kelas X MIPA 3.

Gimana sih rasanya saat disuruh potong rambut? Robert mengatakan bahwa dia sendiri tidak merasa jengkel atau kesal karena dia menyadari bahwa dia salah dan rambutnya terlalu panjang dan tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Kalau menurut Robert sendiri, ia memilih model rambut tersebut karena ia belum sempat memangkas rambutnya setelah liburan panjang.

Sama halnya seperti laki-laki, potongan rambut perempuan harus rapi dan tidak bergunjik. Kalau dilihat-lihat rapi semua.. Tapi, kok ada yang kena razia.. Jangan lupa, warna rambut harus diperhatikan juga, ya! Pengecekan rambut murid perempuan dilakukan dengan teliti oleh guru-guru perempuan. Kebanyakan murid perempuan yang terkena razia adalah mereka yang sempat mengecat rambut. Bahkan, ada beberapa murid yang sempat disuruh maju karena warna rambutnya kecoklatan wkwkwk…

Setelah diperiksa oleh guru-guru di hari Senin (08/01/2024), murid-murid diberikan waktu satu minggu untuk memperbaiki tampilan rambutnya. Hari Senin (15/01/2024), kembali dilakukan pengecekan rambut murid-murid. Tentu saja, mereka yang dipanggil minggu lalu akan dipanggil kembali nihh. Semoga tidak ada yang terkena poin minus ya…

Buat kalian yang belum mendapatkan panggilan ‘spesial’ karena perihal kerapian, jangan lupa selalu tampil rapi yaa. Dengan penampilan yang rapi, kita pun bisa menggambarkan pribadi yang baik. Kalian boleh kokk jika ingin mengecat rambut (tapi tunggu liburan atau saat sudah lulus xixixi..) Semoga tahun ajaran ini bisa berkesan di hati kalian semua! See you!

Jurnalis:

Richelle Valerie Kelas X MIPA 1

Immanuel Revo Tanus X MIPA 4

Jonita Shaquandra XI MIPA 4

Foto:

Immanuel Revo Tanus X MIPA 4