Pejuang Seratus Gelas Teh

Halooo SaintPaulersss!!! Kalian tau nggak siapa nih sosok yang setiap hari kalian lihat membawa teh keliling sekolah? Yaaa, benar! Beliau adalah Bapak Thukul Yakobus. Di SMAK, pria bermoto “selalu bahagia” ini bekerja di bagian layanan khusus dan kerumahtanggaan serta pengajar ekstrakurikuler Recycling Art, lohh. Kalian pasti ingin tau lebih banyak tentang  Pak Thukul kan? Yukkk simak artikel di bawah ini.

Sosok kelahiran Jember tanggal 26 Desember 1973 ini telah menjadi karyawan di SMAK sejak 2 September 1978. Kini beliau sudah mengabdi selama 25 tahun untuk SMAK. Wahhhh lama banget yaa. Pekerjaan Pak Thukul ini tidak mudah lohh. Beliau harus datang paling pagi dan pulang paling sore. Setiap pagi Pak Thukul harus menyiapkan kurang lebih 100 gelas teh serta snack untuk para guru dan karyawan. Ketika sudah jam pulang, Pak Thukul masih harus membersihkan gelas teh dan piring snack yang telah disediakan. Wow banget ga sihh…

Tanpa kita ketahui, Pak Thukul ternyata sangat menyukai semua hal yang berbau dengan seni lhoo, baik itu busana, gambar, atau lukisan. Jadi, udah ga heran lagi kalau beliau menjadi pengajar ekstrakurikuler recycling art. Ekstrakurikuler ini dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 15.00 WIB. Beliau mengajarkan pada kesebelas anggotanya untuk memanfaatkan sampah-sampah dan kertas-kertas bekas sebagai hiasan dinding yang cantik.

Pak Thukul selalu tersenyum ceria di mana pun, loh,teman-teman. Setiap ditanya bagaimana perasaan beliau? Beliau selalu menjawab “bahagia.” Bagi Pak Thukul lelah itu sudah biasa. Bila ada orang yang bekerja dengan beralasan capek berarti mereka adalah orang yang malas. Menurut beliau, lingkungan kerja di SMAK Santo Paulus asyikk karena tidak ada yang memandang jabatan. Para guru dan karyawan juga saling support.

Oh, ya, ada pesan dari Pak Thukul buat kita semua, teman-teman: pantang menyerah, terus maju, dan bergembira selalu.

Penulis:

Jeanie Vianna XI MIPA 3

Gladys Gabriela Tjipto Santoso XI MIPA 4

Foto:

Alfred Aurelio XII IPS 4