Nggak Inggris, Nggak Asyik!

Hai semuanya! Gimana nih kabarnya? Semoga sehat-sehat ya meski Jember sedang mengalami peningkatan suhu yang luar biasa.

Daripada sibuk kipas-kipas, yuk baca berita baru ini. Nah, berita barunya tak disangka datang dari bidang akademik lho. Siapa ya yang kira-kira baru menang lomba?

Yuk kenalan dulu sama Karen Angelika Priyo Utomo murid kelas X MIPA 3. Dia ini baru aja  berhasil meraih juara 2 storytelling Bahasa Inggris tingkat SMA se-Jawa Timur.

Lomba tersebut diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Malang.

Karen tertarik mengikuti lomba ASEC karena dia ingin mengembangkan bakat dan talentanya dalam berbahasa Inggris. Biaya yang dikeluarkan Karen untuk mendaftar lomba ini sebesar Rp75.000,00. Namun, dengan kemampuan fantastic-nya, ia berhasil membawa pulang uang sebesar Rp1.250.000,00 Wahhh asyik yaa!

Gimana sih persiapan Karen dalam mengikuti kejuaraan dalam Lomba ASEC ini? Ternyata, Karen tak hanya mempelajari berbagai topik. Karen juga belajar bagaimana caranya berbicara di depan umum. Hebatnya lagi, ia harus bisa membagi waktunya di tengah berbagai kesibukan. Apalagi lomba ASEC ini diadakan saat kami harus mengikuti Ulangan Harian Blok.

Lomba yang diikuti oleh Karen mengambil tema “Sejarah Indonesia”. Oleh karena itu, ia banyak mempelajari tentang kejadian sejarah dan tokoh-tokoh terkenal. Siapa sangka, ternyata topik yang didapatkannya adalah tentang Ibu Kartini, guyss. Karen pun dapat menguasai topiknya dengan baik. Total waktu yang ia didapatkan untuk mempersiapkan topik ini adalah sekitar 40 menit.

Dalam sebuah perlombaan, pasti ada suka dan dukanya yaa. Sukanya tentu saja kemenangan yang berhasil diraih oleh Karen. Lantas, bagaimana dengan dukanya?

Dukanya sih karena Karen merasa kurang mendapat bimbingan secara maksimal. Sebenarnya, ia sempat mendapat bimbingan dari Ibu Elisabet Dian Premanasari, S.Pd., S.E. Namun, bimbingan tersebut hanya terbatas dalam pembuatan teks saja.

“Di Jember sempat dibimbing sedikit sih oleh Mam Lisa tapi cuma pembuatan teksnya aja,” ujar Karen saat diwawancara oleh tim jurnalistik sekolah.

Orang tuanya pun tidak bisa membantu karena tidak handal dalam berbahasa Inggris. Jadi, ia harus mempersiapkan lomba tersebut secara mandiri. Tidak hanya itu, UH Blok juga mempersempit waktunya untuk berlatih. Tentu saja masalah tersebut tidak membuatnya putus asa untuk berjuang demi mencapai yang diimpikannya.

Jadi bagaimana guys, backstory-nya cukup menarik bukan? Ia tidak membiarkan halangan mencegahnya untuk meraih juara. Karena ia merasa percaya dan yakin bahwa latihan yang dilakukanya tidak akan sia-sia.

Wuisss keren banget ya! Dalam kancah Provinsi, ternyata Karen sudah berhasil membawa nama baik SMAK Santo Paulus. Betapa membanggakannya prestasi yang diukir oleh Karen! Congratulation Karen!! Kami nantikan prestasi yang berikutnya ya.

Jurnalis:

Sevira Maria Angelica Putri Kelas X IPS 3/25

Jonita Shaquandra Ezraela S Kelas XI MIPA 4/16

Robbi Fadli Ari Seto Kelas X MIPA 4/24

Foto:

Maximus Lay Kelas X MIPA 3/19

F.X. Darren Lie Kelas X MIPA 3/9