
Halo arek-arek SMAK Santo Paulus! Balik lagi dengan web yang super kece dan up to date. Gimana kabar kalian di tengah-tengah serbuan UH Blok ini? Walau tampak tak kunjung selesai, tetap ingat bahwa badai pasti berlalu kok~
Ngomong-ngomong, kalian tahu nggak tentang hari Batik Nasional? Hari Batik Nasional memperingati tanggal diakuinya Batik sebagai warisan budaya takbenda dari Indonesia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu (Wibawana, 2023). Dalam rangka memperingati hari penting ini, bersamaan dengan Hari Kesaktian Pancasila, SMAK Santo Paulus Jember mengadakan upacara bendera dengan peserta upacaranya yang berbatik bebas. Waduh, gagal paham. Gimana gimana? Nah, baca berita ini sampai habis, yaa!
Nah, pada hari Senin (02/10/2023) lalu, seluruh warga SMAK Santo Paulus diwajibkan untuk menggunakan atasan batik dan bawahan seragam nasional. Waduh, kayak gimana tuh? Jadinya, muncul paduan warna yang unik-unik, rek! Seluruh murid SMAK Santo Paulus menggunakan atasan dengan rok abu-abu untuk murid perempuan dan celana abu-abu untuk murid laki-laki. Yang tidak mempunyai atasan batik bisa menggunakan seragam batik khas SMAK Santo Paulus. Para guru juga menggunakan atasan batik dengan bawahan rok hitam untuk guru perempuan dan celana hitam untuk guru laki-laki. Keren-keren nggak sih?

Hari Batik Nasional diawali dengan upacara memperingati hari Kesaktian Pancasila sekaligus Pelantikan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Angkatan 2023/2024 yang diikuti oleh semua warga SMAK Santo Paulus dengan khidmat. Pake baju batik? Iya dong, sama topi SMAK Santo Paulus juga!
Walaupun tampak sederhana, memakai baju batik menunjukkan kecintaan kita terhadap budaya nasional. Gimana rek, apakah kalian sudah melestarikan budaya-budaya nasional?
Jurnalis:
Cheerly Tannia Hartono Kelas XII MIPA 1/4
Jennifer Laurent Kelas XII MIPA 3/10
Foto: Dokumentasi Kelas







