Santo Paulus di Awal yang Baru

Hai, hai, hai para Saintpaulers!

Hari ini, Selasa (18/07/2023) adalah awal baru bagi para murid SMAK Santo Paulus. Tak berbeda dengan hari biasanya, para murid tetap diwajibkan masuk sekolah maksimal pukul 06.55 WIB. Meskipun hari ini poin minus belum diberlakukan, namun ketertiban tetap harus dilaksanakan.

Pagi itu, kegiatan dibuka dengan misa bersama yang bertempat di GOR SMAK pada pukul 07.30 WIB. Dalam khotbahnya, Romo Thomas Onggo, O.Carm. berhasil mengetuk hati para umat yang hadir di sana. Dengan menggunakan dua perbandingan mengenai Kota Khorazim dan Batsaida serta Tirus dan Sidon, Romo Thomas Onggo, O.Carm. ingin mengajak para murid untuk berefleksi. Dalam refleksinya, beliau mengarahkan pemahaman bahwa kota terpinggir jauh lebih mudah diajak untuk bertobat daripada masyarakat yang berdomisili di pusat kota.

“Jika dianalogikan, murid yang rumahnya di Ambulu dan Tanggul akan sampai sekolah jauh lebih pagi daripada murid yang rumah atau bahkan kosnya berada di pusat Kota Jember,” ujar Romo Thomas dalam khotbahnya. Hal kedua yang menjadi sorotan dalam khotbah tersebut yaitu murid SMAK hanya semangat untuk menambah poin plus dengan aktif mengikuti kegiatan di luar saja, namun, ketika di sekolah kita malah tidak niat untuk belajar dan tertidur saat pelajaran. Nah, dari kedua analogi tersebut, Romo Thomas Onggo, O.Carm. sebenarnya ingin mengingatkan bahwa kita semua harus mau untuk berubah menjadi lebih baik.

Sebelum kegiatan penutup, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bruder Yohanes Suparno, O.Carm., selaku Kepala Sekolah SMAK Santo Paulus. Beliau menyambut hangat murid-murid baru kelas X, XI, dan XII. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa kita masih punya kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan organisasi. Murid kelas X punya dua kali kesempatan untuk mengikuti OSIS sedangkan murid kelas XI hanya punya satu kali kesempatan lagi. Sementara kelas XII, waktu yang dimiliki tidak sampai satu tahun di sekolah. Beliau juga mengajak kita semua untuk turut serta membangun dan membantu merealisasikan program kerja kegiatan organisasi sekolah guna kepentingan bersama. Dan, himbauan yang paling utamanya adalah ‘Jangan lupa bahagia’.

Di sela-sela acara tersebut juga diadakan perkenalan bagi para guru dan karyawan. Apa sih tujuan perkenalan itu? Bukankah mereka sudah saling kenal? Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan guru beserta karyawan tanpa terkecuali, sekaligus memperkenalkan mereka juga kepada murid-murid baru kelas X  karena ada pepatah yang mengatakan ‘tak kenal maka tak sayang’.

Nah, kita lanjut ke acara yang berikutnya ya. Penasaran dengan kelas baru? Untuk mengetahui kelas baru, para murid harus berebut mencari nama mereka di kertas yang sudah ditempel depan pintu kelas masing-masing. Pembagian ini tentunya membuat para murid dag dig dug. Mengapa ya?? “Karena, aku kan nggak tau ya sekarang kelasku di mana, terus sama siapa aja, siapa wali kelasnya. Asyik nggak ya kira-kira kelasnya, gituu,” ujar Thallia Faustina Chandra dari kelas XI IPS 3.

Ada satu lagi nih acara yang seru di hari ini, yaitu acara bersama wali kelas atau kelas perwalian. Apa sih yang dibicarakan saat perwalian? Yah, kita berbincang-bincang dengan wali kelas, menentukan pengurus kelas, pembagian denah kelas, dan bermacam-macam hal yang berhubungan dengan kelas termasuk penegasan aturan-aturan sekolah yang disampaikan oleh wali kelas. Karena ini adalah kelas baru, tujuan diadakan kelas perwalian adalah memberi ruang kepada kelas tersebut untuk saling mengenal satu sama lain. Akhirnya, pada pukul 12.15 WIB, bel pun berbunyi, tanda bahwa kelas perwalian berakhir dan kami pun pulang ke rumah masing-masing.

Seru nggak acara hari ini??? Seru banget pastinya ya. Nah, semoga di tahun ajaran baru ini, kita semua dapat semakin rajin dan bertanggung jawab!

Penulis:
Arum Dewi Hapsari XII IPA 2
Arera Crystallodya Sahashika XI IPS 2

Foto:
Marcelina Keisya Putri Kelas XII MIPA
Arum Dewi Hapsari Kelas XII MIPA
Jennifer Laurent Kelas XII MIPA