1.000 Ton, Tak Se-Istimewa Angkanya

Ke pasar membeli salak
Pulangnya membeli itik
Ketemu lagi di web SMAK
Siap baca artikel tim jurnalistik

Hai.. haii Saintpaulers! Kita berjumpa lagi.

Kali ini, para murid kelas 10 mendapat kesempatan istimewa untuk berkunjung ke TPA. Kunjungan ini merupakan bagian dalam pembelajaran Biologi tepatnya materi dampak perubahan lingkungan bagi kehidupan. Kegiatannya dilaksanakan pada jam pelajaran Biologi masing-masing kelas. Nah, Kelas X MIPA 3 mendapat kesempatan pada Senin, 15 Mei 2023.

Sesampainya di sana, tumpukan sampah menjadi pilihan tanpa opsi untuk kami pandang. Kesan pertama yakni tempat ini “bau”. Tempat ini “kumuh”. Tentu saja, tempat ini “tak layak huni”. Menurut informasi yang kami dapatkan dari pihak TPA, sampah yang dikirim ke TPA di minggu pertama bulan Mei 2023 sejumlah 1.000 ton. Sampah tersebut berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Jember.

Di sana, kami juga bertemu dengan para bapak dan ibu yang sedang memisahkan sampah-sampah. Menurut mereka, tak semua sampah di sini bisa diolah. “Sampah plastik dan kaleng bekas kami bersihkan lalu kami jual kepada pengepul plastik. Nantinya, pengepul masih memisahkan sampah yang sudah kami pisah sebelumnya,” kata Ibu Nanda. “Sejenis baju dan styrofoam serta yang lainnya kami tinggal di sini. Tentu, bakal numpuk di sini,” lanjut beliau. Setelah ditelisik lebih lanjut oleh jurnalis sekolah, ternyata harga 1 kg plastik setara dengan Rp1.000,00. Itu adalah penghasilan mereka dari kegiatan di TPA. Uang tersebut tentunya digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka.

Selama kami berkunjung di sana, objek yang dapat kami lihat hanyalah bentangan sampah plastik, toilet bekas, HP bekas, dan limbah rumah sakit. Miris. Namun, itu semua adalah realita yang dapat ditemukan di salah satu sudut kota kita tercinta. Di akhir kegiatan, Ibu Monic mengajak kami semua untuk berteduh dan berefleksi.

Sudahkah kalian mengambil langkah kecil untuk peduli terhadap sampah di sekitar? Sadarkah kalian bahwa tindakanmu hari ini adalah penentu bumi kita di masa depan?

Penulis: Hildegardis Raras X MIPA 3/12
Fotografer: Caitlin Angela S. X MIPA 3/04
Hildegardis Raras X MIPA 3/12

FOTO:
Klik Disini