Kilau Prestasi di Panggung FLS3N

Eyyow, SaintPaulers!

Panggung FLS3N 2026 baru saja menjadi saksi bisu perjuangan luar biasa teman-teman kita. Dari persiapan yang totalitas hingga momen naik ke atas panggung dengan penuh kegembiraan, perjalanan mereka tentu tidak luput dari tantangan. Yuk, kita kupas tuntas keseruan mereka di ajang bergengsi ini! Pada Selasa (28/04/2026), para pejuang seni kita berlaga di Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) yang bertempat di SMA Negeri 1 Jember. Bagi yang belum familier, FLS3N adalah ajang paling prestisius dari Kemendikbudristek RI untuk mewadahi bakat seni dan sastra pelajar se-Indonesia, mulai dari jenjang SD hingga Pendidikan Khusus.

Meski persiapannya penuh tantangan, berkat bimbingan dari Ibu Dyah Kirana N., Bapak Alexander Sulistiawan J., Bapak Petrus Budi Ekoprasetiyo, dan Bapak Leopoldus Libero Baon, para murid tampil penuh percaya diri. Benar kata pepatah: effort tidak akan pernah mengkhianati hasil! Di balik gemerlap kompetisi, perjalanan menuju FLS3N ini tidak selalu mulus. Para peserta harus melawan rasa ragu dan melampaui batas kemampuan diri. Proses yang mereka lalui bukan sekadar mengejar trofi, melainkan membentuk ketangguhan dan keberanian. Usaha yang sungguh-sungguh itu pun berbuah manis saat pengumuman pemenang tiba. Hasilnya benar-benar membanggakan. Kontingen SMA Katolik Santo Paulus sukses membawa pulang sederet penghargaan: juara 1 Jurnalistik, juara 2 Poster, juara 2 Komik Digital, dan Juara Harapan Menulis Cerpen & Cipta Puisi.

Tak hanya di kompetisi luring (offline), kategori daring (online) pun tak kalah keren dengan raihan juara harapan 1 Fotografi dan juara harapan 1 Solo Vokal. Prestasi ini membuktikan bahwa SaintPaulers adalah pribadi yang kreatif dan berani keluar dari zona nyaman! Salah satu pengalaman berkesan datang dari Viorent Ratu Eodia Masela (X-5).

“Jujur, aku senang sekali tapi lumayan deg-degan karena ini pertama kalinya ikut lomba komik digital secara offline. Sempat panik karena H-1 baru selesai 3 halaman dari total 12 halaman! Awalnya tidak berekspektasi menang, ternyata malah dapat Juara 2. Jadi ketagihan ingin coba lomba-lomba lainnya. Untungnya ada teman-teman yang menemani, jadi suasananya seru dan tidak terlalu tegang,” ungkapnya. FLS3N tahun ini meninggalkan pesan mendalam: menjadi juara itu membanggakan, tetapi berani berproses jauh lebih berharga. Mereka pulang membawa cerita, pengalaman, dan kepercayaan diri baru.

Bagi kamu yang masih ragu untuk memulai, ingatlah: “Bintang tidak akan terlihat tanpa kegelapan.” Begitu pula potensimu; ia baru akan bersinar setelah kamu berani melalui proses yang sulit.

Stay creative, SaintPaulers!

Jurnalis:

Josepha Ernesta Regina Ticoalu Kelas X-6