Sukses Gelar ANBK Perdana

Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMAK Santo Paulus berjalan lancar. Ujian yang diperuntukkan kepada murid kelas XI ini merupakan nomenklatur dari ujian berbasis komputer terdahulu yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Selain berubah nama, ujian ini juga menjadi penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. Secara khusus, ANBK juga tidak digunakan untuk mengukur hasil belajar individu, tetapi lebih kepada evaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Ujian yang berlangsung dari tanggal 29 – 30 September ini juga telah disiapkan secara matang oleh pihak sekolah. Mulai dari sosialisasi kepada orang tua dan murid, persiapan perangkat ujian, hingga tempat pelaksanaan ujian yang menggunakan protokol kesehatan secara ketat. Setiap murid yang hadir di sekolah diarahkan untuk patuh pada protokol kesehatan yang disiapkan sekolah. “Kami ingin meyakinkan orang tua murid bahwa sekolah telah mempersiapkan dengan serius pelaksanaan ujian ANBK mulai dari perangkat dan tempat ujian,” ujar kepala SMAK Santo Paulus, Rm. Antonius Denny Cahyo S., S.S., M.Sc., M.Pd. saat memberikan pengarahan sebelum pelaksanaan ujian.

Ujian ANBK sendiri terdiri dari dua bidang yakni numerasi dan literasi. Meski tergolong hal baru, model soal-soal yang titampilkan menuntut peserta ujian untuk mengasah nalar melalui bacaan-bacaan Panjang yang disajikan. “Soal ANBK berupa bacaan yang relatif panjang. Kunci untuk mengerjakan yakni mampu fokus dan teliti dalam membaca soal,” ungkap Felicia Shelly Setiawan dari kelas XI IPS 2. Memang seperti itulah karakteristik dari soal-soal dalam ANBK. Murid diharuskan memiliki daya nalar yang baik saat mengerjakan. Ujian ini juga bertujuan agar para peserta dalam hal ini murid terbiasa dengan dunia membaca pemahaman atau literasi.

Penulis: Ujang Sarwono, S.Pd.