“Menjadi Murid Yesus, Berani Memikul Salib” Misa Jumat Pertama Agustus

Dalam upaya menghayati dan mewujudkan salah satu dari nilai-nilai kharisma ordo yaitu: doa, SMAK Santo Paulus secara rutin melaksanakan Misa Jumat Pertama, tidak terkecuali pada hari Jumat, 5 Agustus 2022. Untuk pertama kalinya, Misa Jumat Pertama yang selama masa pandemi diadakan secara online dan offline namun tidak dihadiri oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan yang beragama Katolik, dapat dilaksanakan secara offline dan dihadiri oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan yang beragama Katolik. Misa diselenggarakan pada jam Katolisitas di Aula SMAK Santo Paulus Jember.

Dalam Misa Jumat Pertama yang dipersembahkan oleh Romo Henri Damian Sinaga, S.S, M. Fil, seluruh siswa, guru, dan karyawan yang beragama Katolik bersama-sama mengarah hati kepada Tuhan dan mengikuti Misa Jumat Pertama dengan khusyuk dan khidmat. Bacaan Injil diambil dari Injil Matius 16:24-28 mengisahkan tentang bagaimana menjadi murid Yesus. Murid Yesus harus berani memikul salib. Dalam khotbahnya, Romo Damian mengingatkan para siswa-siswi SMAK Santo Paulus bahwa walaupun belajar tidak selalu menyenangkan, mereka harus tetap bertahan dan mau memikul salib dengan bahagia seperti Yesus yang mengorbankan diri-Nya di kayu salib demi keselamatan umat manusia.

Seringkali kita lebih memilih jalan yang mudah daripada jalan yang sulit karena ingin menghindari salib yang harus kita pikul dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, lewat Injil hari ini, kita diingatkan bahwa untuk menjadi murid Yesus, kita harus berani memikul salib kita masing-masing dengan hati yang gembira. “Kita harus mau berjuang memikul salib sampai akhir karena di situ ada kemenangan, keselamatan, dan kebahagiaan,” ungkap Romo Damian mengakhiri khotbahnya.

Sungguh hanya karena rahmat kasih Allah yang begitu besar bagi umat-Nya, Misa Jumat Pertama bulan Agustus ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa semangat baru tidak hanya bagi para siswa-siswi, namun juga bagi seluruh guru dan karyawan SMAK Santo Paulus Jember. Semoga dengan semangat dan teladan Yesus dalam memikul salib, kita berani memikul salib sampai akhir. Kemenangan, keselamatan, dan kebahagiaan menanti kita di garis akhir perjalanan memikul salib. Berkah Dalem.

Penulis: Helena Yuniwati S., S.Pd.