Daily Archives: September 20, 2018

PERSIAPAN LOMBA PADUAN SUARA

Kamis(20/09/2018)- Tim Lomba paduan suara di Sekolah Menengah Atas Santo Paulus Jember hari ini sedang bersiap dan berlatih mempersiapkan diri untuk mengisi pelayanan di Gereja Katolik Santo Yusup Jember Sabtu petang nanti. Latihan yang tentu saja dipimpin oleh pembimbing tim Lomba, Bapak Leopoldus Libero Baon atau yang akrab disapa Pak Ibe ini dimulai pukul 14.00. mempersiapkan diri menyanyikan 9 buah lagu bukanlah hal yang mudah bagi seorang murid,itulah yang diakui oleh salah seorang anggota TL Paduan Suara saat ditanya. Namun sebagian besar sudah terbiasa akan tekanan itu karena seperti kita ketahui sendiri segala sesuatunya itu membutuhkan adaptasi. Lagu yang akan dibawakan dalam pelayanan sabtu nanti sendiri berjumlah sembilan lagu antara lain : lagu pembuka,lagu persembahan,komuni 1, komuni 2, lagu penutup, lagu Tuhan Kasihanilah kami, Kemuliaan, Kudus, Anak Domba Allah, Bapa Kami. Empat puluh murid yang tergabung dalam Tim Lomba Paduan suara ini memulai latihan dari hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Biasanya, latihan ini diakhiri pukul 15.00-15.30 (Kezia Keren Sutejo dan Jane Ignacia Soekardjo Kelas X IPS1)

MEMPELAJARI TATA CARA TEMU MANTEN

Selasa( 18/9/18)–Sebelum berpraktik, pada hari ini kelas XIA3 mempelajari teori tentang tata cara temu manten yang biasanya dilakukan oleh orang Jawa ketika ingin menikah. Sebelum dilakukannya temu manten, kedua mempelai melakukan siraman pada hari hari sebelum pernikahan berlangsung. Proses siraman yaitu sungkeman oleh orang tua mempelai kepada nenek dan kakek mempelai, masang bleketepe,pasang tuwuhan, sungkeman mempelai kepada orang tua, siraman, pecah pamor, potong rikma, gendongan, dodol dawet, potong tumpeng.

Pada hari pernikahan, mempelai putra menunggu di luar terop sedangkan mempelai putri menunggu di dalam terop. Kemudian dilanjutkan dengan pasrah manten dan nampa manten. Setelah itu, mereka melakukan tukar kembar mayang, sawat ganthal, wiji dadi, basuh air setaman, angkat drajat, ubeng jagad, ngunjuk tirta bening, singkep sindur dan krobongan. Banyak proses yang harus dilalui oleh kedua mempelai jika ingin menikah menggunakan adat Jawa (Grace/XIA3).